Kontras.co.id – Samsung Galaxy S26 FE resmi diperkenalkan pada awal pekan ini dan dijadwalkan mulai dijual pada Jumat, 4 September 2026. Namun, kehadirannya langsung menjadi sorotan karena smartphone terbaru tersebut dibanderol lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya, sementara peningkatan spesifikasinya dinilai belum terlalu signifikan.
Salah satu perbandingan paling menarik datang dari Galaxy S26+. Untuk varian penyimpanan 256GB, Galaxy S26+ disebut menawarkan paket yang lebih menarik, bahkan dengan harga yang lebih rendah. Kondisi tersebut membuat posisi Galaxy S26 FE menjadi cukup sulit di pasar, terutama bagi konsumen yang menginginkan performa dan fitur lebih lengkap.
Dari sisi dapur pacu, Galaxy S26+ menggunakan chipset Exynos 2600 yang lebih baru dibandingkan Exynos 2500 pada Galaxy S26 FE. Perbedaan tersebut membuat Galaxy S26+ memiliki keunggulan dari sisi performa dan teknologi pemrosesan.
Keunggulan Galaxy S26+ juga terlihat pada sektor layar. Smartphone tersebut membawa panel OLED LTPO berukuran 6,7 inci dengan resolusi 1440p+, sementara Galaxy S26 FE masih menggunakan panel 1080p+ standar. Teknologi LTPO juga memberikan fleksibilitas refresh rate yang lebih baik dan berpotensi membantu efisiensi konsumsi daya.
Perbedaan signifikan lainnya terdapat pada konektivitas USB-C. Galaxy S26+ telah mendukung output video melalui port USB-C sehingga mampu menjalankan Samsung DeX secara penuh. Sementara itu, Galaxy S26 FE hanya dibekali USB 2.0, yang membuat kemampuan konektivitasnya berada di bawah model S26+.
Di sektor kamera, perbedaannya sebenarnya tidak terlalu jauh. Galaxy S26+ membawa konfigurasi kamera 50MP + 10MP + 12MP, sedangkan Galaxy S26 FE menggunakan kamera 50MP + 8MP + 12MP. Artinya, peningkatan pada Galaxy S26+ memang ada, tetapi bukan menjadi perbedaan paling besar antara kedua perangkat.
Untuk urusan daya, Galaxy S26 FE memiliki baterai 4.900mAh dengan dukungan pengisian kabel 45W dan pengisian nirkabel 15W. Kapasitas serta kemampuan pengisian dayanya pada dasarnya tidak jauh berbeda dari Galaxy S26+, sehingga sektor baterai juga belum menjadi alasan kuat untuk memilih model FE.
Di sisi lain, Galaxy S26 Ultra tetap berada di kelas berbeda. Meskipun harganya tergolong mahal, bahkan setelah mendapatkan potongan harga besar, perangkat ini menawarkan pengalaman flagship yang jauh lebih lengkap dibandingkan model Galaxy S26 lainnya.
Galaxy S26 Ultra membawa kamera utama 200MP yang dipadukan dengan kamera periskop 50MP dengan kemampuan optical zoom 5x, telefoto 10MP 3x, serta kamera ultra-wide 50MP. Konfigurasi tersebut membuat kemampuan fotografi Galaxy S26 Ultra berada jauh di atas Galaxy S26 FE.
Dengan perbandingan tersebut, Galaxy S26 FE dinilai membutuhkan penyesuaian harga agar lebih kompetitif. Jika harga tetap berada di level saat ini, konsumen memiliki alternatif Galaxy S26+ yang menawarkan layar lebih baik, chipset lebih baru, dukungan DeX penuh, serta sejumlah keunggulan lainnya.
Pada akhirnya, Galaxy S26 FE masih berpotensi menarik bagi konsumen yang memang mengincar lini FE. Namun, dengan selisih harga yang semakin dekat dengan model flagship, Samsung menghadapi tantangan untuk menjelaskan alasan konsumen memilih Galaxy S26 FE dibandingkan Galaxy S26+ yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi.








