Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Sampah Menggunung Berkah Bagi Pemulung


5 Sep 2020 14:25 WITA·

Sampah Menggunung Berkah Bagi Pemulung Perbesar

KONTRAS MEDIA –Antrian truk pengangkut sampah berjejer menunggu giliran masuk di depan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Poyowa Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan. Bau menyengat langsung menusuk ke hidung begitu tiba tempat itu.

Hamparan luas penuh kotoran limbah tanpa ada pohon pelindung. Di kejauhan beberapa pemulung terlihat sibuk memilah sampah. Mereka menggunakan besi pengait. Sampah ditarik keluar dari bak truk yang sudah masuk terlebih dahulu. Ada juga satu unit eskavator berwarna kuning disamping truk. Alat berat itu mendorong tumpukan sampah yang tidak diambil pemulung.

Disamping kiri depan pintu masuk TPA, berdiri sebuah gubuk kecil beratapkan terpal hijau dan baliho bekas. Di gubuk itu ada seorang lelaki berusia kurang lebih 60an tahun. Berbaju batik cokelat yang sudah lusuh dipadukan dengan celana panjang. Kakinya dilindungi sepatu boot. Ia mencampur sisa makanan di kantong plastik dengan tangan telanjang. Mulut dan hidung tanpa pelindung. Setelah dicampur sisa makanan itu diisi kedalam karung. Dua karung sudah terisi penuh.

Ia adalah Om Oce’. Salah satu pemulung yang mengais rejeki di tempat itu. Jemarinya begitu lincah mencampur makanan bekas yang diambilnya dari tumpukan sampah. “Kami memanggilnya Om Oce’. Dia sudah puluhan tahun di tempat ini. Sisa-sisa makanan ini diambilnya untuk makanan ternak,” kata penanggungjawab TPA Marlon Lahutung, Jumat (4/9/2020).

Matahari bersinar terik serasa menembus kulit. Jam menunjukan pukul 14.20 WITA. Suasana disana hiruk pikuk. Truk dan mobil pick upmasih datang silih berganti. Sampah berserakan, kepala terasa pusing. Para pemulung masih sibuk dengan pekerjaannya.

Aroma busuk berpadu panasnya matahari. Namun itu menjadi berkah bagi para pemulung. Lalar hijau besar menggerogoti kotoran sampah yang berhamburan.

“Setiap hari jumlah sampah yang masuk kurang lebih 6 ton. Terkadang di hari Senin sampai 7 ton, karena penumpukan sampah dari hari Minggu,” ujar Marlon.

blank
Om Oce sedang memilih sampah plastik dan kertas. (Foti: Erwin Makalunsenge)

Besi pengait masih terus menarik sampah yang berserakan diatas tanah. Selvi masih tetap semangat. Ia menggunakan jaket. Sepatu boot melindungi kakinya, baju bekas menutupi kepalanya. Mulut dan hidungnya ditutupi masker. Matanya fokus pada tarikan besi pengait di kantong plastik besar di depannya. Selvi tak sendiri. Wanita paruh baya itu berdiri diatas hamparan tanah yang penuh sampah bersama para pemulung lainnya. Sesekali lengannya yang terlilit kain diusapkannya pada dahinya yang berkeringat.

Sama halnya dengan Om Oce’ ibu beranak satu ini mengambil sisa makanan dan juga sampah botol plastik.

“Sampah-sampah makanan ini saya kumpulkan untuk makanan ternak. Setiap hari saya datang ke tempat ini,” singkat Selvi sembari menarik kantong plastik berisi sisa makanan itu.

Sukses Kuliahkan Anak dari Hasil Mengangkut Sampah  

Tepat di depan pintu masuk TPA beberapa petugas pengangkut sampah tengah duduk melepaskan penat. Kendaraan mereka di parkir hanya sekitar 4 meter dari tempat peristirahatan itu.

Mereka terlihat lelah. Dari pukul 6 pagi sudah mulai mengangkut sampah hingga pukul 5 sore.

blank
Dua orang pemulung yang sedang memilih sampah untuk dijual kembali. (Foto: Erwin Makalunsenge)

Hamin Hamim (65) satu diantaranya. Warga Desa Otam Kecamatan Passi Barat ini sudah 9 tahun bekerja sebagai supir kendaraan pengangkut sampah. Meski diusianya yang sudah lebih dari setengah abad, ia masih terlihat kuat dan penuh semangat. Bahkan masih mampu mengimbangi Dua orang rekannya; Ading Mokodompit dan Sahrul Mokodompit yang jauh lebih muda darinya.

Bagi Hamin bekerja adalah ibadah. Apapun pekerjaannya jika dilakukan dengan hati yang ikhlas dan tekun pasti akan memberikan hasil yang memuaskan. Menjadi seorang supir pengangkut sampah memang tidak mudah. Bau busuk dari sampah pastinya seolah menjadi teman disetiap harinya.

Sebagai pengangkut sampah ternyata ayah dari dua orang anak ini mampu menyekolahkan putrinya hingga di bangku kuliah.

“Anak saya dua perempuan semua. Yang sulung sudah menikah. Satunya lagi saya kuliahkan dia dengan hasil dari mengangkut sampah ini. Dan sekarang dia sudah terangkat menjadi pegawai negeri di Kabupaten Bolaang Mongondow. Anak saya itu terangkat menjadi guru,” tuturnya dengan senyum penuh bangga. 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

blank badge-check

Penulis Berita

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Mengoptimalkan Kesuksesan Pemasaran dengan TikTok Ads: Panduan Praktis untuk Mencapai Audiens Baru

18 Maret 2024 - 04:00 WITA

TikTok Ads, Pemasaran TikTok, Iklan Video TikTok, Strategi TikTok Ads, Targeting Audience TikTok, Kesuksesan TikTok Ads, Promosi TikTok, Kampanye TikTok Ads, Viralitas TikTok, Analisis Kinerja TikTok Ads

Rahasia Tersembunyi: Mengungkap Pengaruh Mendalam Media Sosial dalam Pemasaran Modern

18 Maret 2024 - 02:24 WITA

marketing plan examples 1

Konser Kali Kedua di Jakarta, Ed Sheeran Gunakan Music Performer Visa

4 Maret 2024 - 12:02 WITA

blank

Wali Kota Asripan Nani Bersama Forkopimda, Ketua KPU dan Bawaslu Kotamobagu Pantau Kesiapan TPS

13 Februari 2024 - 21:30 WITA

blank

Border, Prosperity dan Security Jadi Fokus Utama Rapat Pimpinan Imigrasi

31 Januari 2024 - 10:15 WITA

blank

Belajar Soal Sistem Keterbukaan Informasi, Komisi II DPRD Tomohon Kunker ke Diskominfo Kotamobagu

16 Januari 2024 - 15:19 WITA

blank
Trending di News