RSUD Kotamobagu dan RSUP Kandou Perkuat Sinergi Layanan Kanker, Hadirkan Harapan Baru bagi Masyarakat BMR

Kontras.co.id – Suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi terasa di RSUD Kotamobagu saat menerima kunjungan visitasi layanan prioritas kanker dari Tim Pengampuan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring pelayanan kesehatan antara rumah sakit rujukan regional dan rumah sakit daerah, khususnya dalam peningkatan layanan kanker yang kini menjadi salah satu prioritas nasional.

Kedatangan tim pengampuan disambut langsung oleh jajaran manajemen RSUD Kotamobagu. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan namun tetap sarat pembahasan strategis mengenai peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya.

Adapun tim dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni dr. Christian Manginstar, Sp.B(K) Onkologi, dr. Wiyono, dr. Rico Sondakh, Ns. Konda Tawalujan, S.Kep, SKM, M.Kes, Ns. Indri Tulangow, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.Onkologi, Marphon Wowiling, S.Si, Apt, serta Mentari Diafrilia, SKM.

Sementara dari pihak RSUD Kotamobagu turut hadir Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik dr. Sandra Diana Pontoh, M.Kes, Kepala Seksi Pelayanan Medik dr. Shella Hakim, Kepala Seksi Penunjang Medik Desak Putu Indrawati, SKM, M.Kes, Dokter Penanggung Jawab Pengampuan Kanker dr. Inggrid N. Soeiswanto, Sp.PD, serta seluruh tim yang tergabung dalam SK Pengampuan Kanker RSUD Kotamobagu.

Sambutan Direktur RSUD Kotamobagu disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis, dr. Sandra Diana Pontoh. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran Tim Pengampuan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou menjadi bentuk dukungan besar terhadap pengembangan layanan kanker di RSUD Kotamobagu.

“Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam kegiatan monitoring dan evaluasi layanan prioritas kanker di RSUD Kotamobagu,” ujar dr. Sandra saat membacakan sambutan direktur.

Ia menyampaikan bahwa RSUD Kotamobagu merasa terhormat atas kehadiran RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado sebagai rumah sakit pengampu dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di daerah.

“Kami merasa sangat terhormat atas kehadiran RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado sebagai pengampuh dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Kotamobagu. Kami memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan berkualitas dan profesional kepada masyarakat, terutama dalam layanan kanker yang menjadi salah satu prioritas nasional,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengampuan melakukan monitoring serta evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan kanker di RSUD Kotamobagu. Evaluasi dilakukan mulai dari kesiapan sumber daya manusia, fasilitas pendukung, sistem rujukan, hingga pola pelayanan kepada pasien.

Menurut dr. Sandra, kegiatan visitasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan yang optimal. Dengan adanya jejaring pengampuan, RSUD Kotamobagu diharapkan mampu meningkatkan kemampuan deteksi dini, pencegahan, serta penanganan berbagai kasus kanker secara lebih maksimal.

“Kami berharap melalui jejaring pengampuan ini, RSUD Kotamobagu dapat mendeteksi, mencegah, dan mengelola berbagai kondisi kanker. Pemantauan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari pemeriksaan sederhana hingga prosedur yang lebih kompleks serta mengoptimalkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan fasilitas kesehatan yang memadai,” katanya.

Tak hanya menjadi ajang evaluasi, kunjungan tersebut juga menjadi ruang belajar bagi RSUD Kotamobagu sebagai rumah sakit rujukan regional IV untuk menyerap pengalaman dan sistem pelayanan unggulan dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang selama ini menjadi rujukan utama di Sulawesi Utara.

“Monitoring dan evaluasi ini juga menjadi peluang besar bagi kami untuk belajar dari pengalaman RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou yang telah berhasil menjalankan berbagai program unggulan seperti pelayanan kanker,” tambah dr. Sandra.

Ia juga menegaskan bahwa RSUD Kotamobagu terus berupaya memperkuat pelayanan berbasis teknologi informasi yang terintegrasi demi kenyamanan pasien serta peningkatan kualitas layanan kesehatan modern.

Sementara itu, sambutan sekaligus arahan dari Tim Kerja Pelayanan Medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado disampaikan oleh dr. Wiyono mewakili direktur. Dalam pemaparannya, dr. Wiyono menekankan bahwa pelayanan kanker saat ini harus dibangun dengan konsep penanganan yang komprehensif dan terintegrasi.

Menurutnya, kanker bukan lagi penyakit yang ditangani oleh satu disiplin ilmu saja, melainkan membutuhkan pendekatan multi organ, multi diagnostic modality, multi modality treatment, serta dukungan tim multidisiplin.

“Konsep tatalaksana kanker saat ini harus dilakukan secara menyeluruh. Penanganannya tidak bisa berdiri sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai disiplin ilmu medis agar pasien mendapatkan pelayanan terbaik,” ujar dr. Wiyono saat memberikan arahan.

Ia menjelaskan bahwa program penanggulangan kanker nasional mencakup berbagai aspek penting mulai dari promotif preventif, skrining dan deteksi dini, diagnostik, tata laksana kanker seperti kemoterapi, bedah dan radioterapi, hingga pelayanan paliatif, rehabilitasi, pendidikan, penelitian, serta registrasi kanker.

“Program penanggulangan kanker komprehensif bukan hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga bagaimana membangun sistem pelayanan mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi pasien,” jelasnya.

Dalam arahannya, dr. Wiyono juga menegaskan pentingnya pendampingan dan mentoring antara rumah sakit pengampu dan rumah sakit daerah guna menciptakan pemerataan layanan kesehatan berkualitas di Indonesia Timur.

Menurutnya, RSUD Kotamobagu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi rumah sakit dengan layanan kanker yang semakin baik apabila didukung dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, fasilitas, serta sistem pelayanan yang terintegrasi.

“Kami hadir bukan hanya untuk melakukan evaluasi, tetapi juga untuk berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring pelayanan kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh akses layanan kanker yang lebih dekat dan berkualitas,” tambahnya.

Setelah dilaksanakan verifikasi dokumen dan penyampaian berbagai rekomendasi, kegiatan dilanjutkan dengan Tour Hospital ke sejumlah ruang pelayanan di RSUD Kotamobagu. Tim pengampuan meninjau langsung ruang perawatan serta instalasi penunjang diagnostik yang menjadi bagian penting dalam pelayanan kanker.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sarana, alur pelayanan pasien, hingga dukungan fasilitas diagnostik dalam menunjang penanganan kanker secara komprehensif. Suasana kunjungan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan masukan yang diberikan oleh tim pengampuan kepada jajaran pelayanan RSUD Kotamobagu.

Suasana diskusi sepanjang kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Tim pengampuan bersama manajemen RSUD Kotamobagu membahas berbagai tantangan pelayanan kesehatan di daerah sekaligus mencari solusi bersama demi peningkatan mutu layanan pasien kanker.

Kegiatan visitasi tersebut membawa harapan besar bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya. Dengan sinergi yang semakin kuat antara RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou dan RSUD Kotamobagu, pelayanan kanker di daerah diharapkan semakin mudah diakses, lebih cepat, dan berkualitas.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, RSUD Kotamobagu dapat semakin maju dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya. Semoga sinergi antara RSUP Dr. R. D. Kandou dan RSUD Kotamobagu dapat menjadi contoh nyata dalam mewujudkan sistem kesehatan yang merata dan berkeadilan di Indonesia Timur,” ujarnya.

Di akhir sambutan, dr. Sandra menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus bekerja bersama menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Marilah kita bersama-sama bekerja keras untuk mencapai tujuan mulia meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan yang prima,” tutupnya.