Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes, RSUD Kotamobagu Gelar Praktik Bantuan Hidup Dasar dalam In House Training

Kontras.co.id – Upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan terus dilakukan RSUD Kotamobagu menjelang pelaksanaan Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2026. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggelar praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) dalam rangkaian kegiatan In House Training (IHT) Akreditasi 2026 yang berlangsung di lingkungan rumah sakit.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya. Dalam sesi praktik, peserta diberikan pembekalan sekaligus simulasi penanganan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Bantuan Hidup Dasar merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan. Materi ini mencakup teknik penilaian kondisi korban, tindakan resusitasi jantung paru (RJP), penanganan henti napas, hingga prosedur pertolongan pertama sebelum pasien mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Direktur RSUD Kotamobagu, dr. Tanty Korompot, M.M.Kes, mengatakan bahwa penguasaan keterampilan BHD menjadi salah satu aspek penting dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Menurutnya, kecepatan dan ketepatan tindakan tenaga kesehatan dalam situasi darurat dapat menjadi faktor penentu keselamatan pasien.

“Melalui pelatihan dan praktik ini, kami ingin memastikan seluruh tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang sama dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Ketika terjadi keadaan yang mengancam nyawa pasien, tenaga kesehatan harus mampu bertindak cepat sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar dr. Tanty.

Dalam praktik yang dipandu narasumber dan instruktur berpengalaman tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung melakukan simulasi menggunakan alat peraga medis. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan teknik Bantuan Hidup Dasar sesuai prosedur yang berlaku.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi, mulai dari pemeriksaan respons pasien, pembukaan jalan napas, hingga pelaksanaan kompresi dada dan bantuan pernapasan pada kondisi henti jantung maupun henti napas.

Baca juga :  Bukan ASN Pemkot Kotamobagu, Ternyata ASN dari Instansi ini yang Tertangkap Kasus Narkoba

Menurut manajemen RSUD Kotamobagu, pelaksanaan praktik BHD menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi berbagai situasi darurat di lingkungan rumah sakit. Selain sebagai salah satu elemen penilaian akreditasi, kemampuan tersebut juga merupakan kebutuhan mendasar dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, RSUD Kotamobagu berharap seluruh tenaga kesehatan dapat meningkatkan keterampilan klinis sekaligus memperkuat budaya keselamatan pasien. Dengan kemampuan Bantuan Hidup Dasar yang baik, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan respons cepat dan tepat sehingga peluang keselamatan pasien dalam kondisi kritis dapat semakin meningkat.

Sebagai rumah sakit rujukan regional di Sulawesi Utara, RSUD Kotamobagu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia. Praktik Bantuan Hidup Dasar dalam rangkaian IHT Akreditasi 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.