Direktur RSUD Kotamobagu Dampingi Wali Kota dr. Weny Gaib di North Sulawesi Investment Forum 2026

Kontras.co.id — Direktur RSUD Kotamobagu, dr. Tanty Korompot, M.M.Kes, turut mendampingi Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, menghadiri North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 yang digelar di Manado, Jumat, 7 Agustus 2026.

Forum strategis tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Bank Indonesia (BI), sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi dan peluang investasi di Sulawesi Utara sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pintu gerbang investasi Indonesia menuju kawasan Asia-Pasifik.

 

Dalam kegiatan tersebut, Direktur RSUD Kotamobagu hadir bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu, serta jajaran manajemen RSUD Kotamobagu.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu dalam forum investasi tersebut menunjukkan komitmen daerah untuk mengambil bagian dalam berbagai peluang pengembangan ekonomi yang ditawarkan di tingkat regional. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta sektor strategis menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan launching “Sahabat Pajak AI”, sebuah Asisten Virtual Pajak Daerah Kotamobagu yang dihadirkan sebagai bagian dari inovasi pelayanan publik berbasis teknologi. Kehadiran Sahabat Pajak AI menjadi langkah baru dalam mendorong digitalisasi pelayanan pajak daerah, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi dan layanan terkait perpajakan daerah.

Selain launching Sahabat Pajak AI, rangkaian North Sulawesi Investment Forum 2026 juga diwarnai dengan Signing Ceremony Letter of Intent (LOI) Investment atau seremoni penandatanganan nota kesepahaman awal investasi yang diwakili oleh Direktur RSUD Kotamobagu.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu pelopor pengembangan ekonomi biru dan ekonomi hijau di Indonesia.

Baca juga :  Prokes Ketat, Pemkot Kotamobagu Gelar Nuzulul Quran di MABM

“Dikelilingi oleh lautan yang luas dan hutan hijau yang rimbun, Sulawesi Utara berada pada posisi strategis sebagai pelopor dalam pengembangan ekonomi biru dan ekonomi hijau,” ujar Gubernur.

Ia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi Sulut tercatat mencapai 5,95 persen secara tahunan (year-on-year).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi gambaran mengenai kekuatan dan ketangguhan masyarakat serta sektor industri di Sulawesi Utara dalam menghadapi dinamika ekonomi global, termasuk perubahan arus modal dari negara-negara pasar berkembang.

Gubernur menekankan bahwa pembangunan ke depan tidak hanya diarahkan untuk mengejar angka pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.

Investasi, kata dia, memiliki peran penting dalam mewujudkan sasaran tersebut, terutama dengan mengoptimalkan sektor-sektor unggulan Sulawesi Utara seperti perikanan dan industri berbasis kelapa. Selain itu, masih terbuka peluang besar pada sektor pariwisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

“Pada saat yang sama, Sulawesi Utara berperan sebagai hub strategis bagi Indonesia Timur, yang menghubungkan berbagai pasar, memfasilitasi perdagangan, serta membuka akses menuju jalur internasional di kawasan Pasifik dan Asia,” lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus mendorong penyederhanaan proses perizinan pada sektor-sektor strategis serta pengembangan berbagai inisiatif energi terbarukan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tetap tangguh menghadapi tantangan masa depan.

Dari sisi konektivitas, kesiapan investasi Sulawesi Utara juga ditunjang aksesibilitas yang semakin berkembang. Mulai dari Pulau Miangas di wilayah utara hingga Molibagu di bagian selatan, daerah ini didukung jaringan pelabuhan laut, bandar udara internasional, serta pasokan listrik yang diharapkan mampu menopang kebutuhan industri dan masyarakat.

Baca juga :  Pasar Serasi dan Pasar Ikan Kotamobagu Bakal Dibangun Kembali

Gubernur pun memperkenalkan Sulawesi Utara sebagai “North Star of Eastern Indonesia” atau “Bintang Utara Indonesia Timur”, sekaligus mengajak para investor untuk melihat secara langsung beragam proyek potensial yang ditawarkan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia untuk Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyampaikan bahwa posisi geografis Sulawesi Utara menjadi salah satu keunggulan utama dalam mendorong investasi.

Menurutnya, Sulawesi Utara merupakan salah satu pintu gerbang paling menjanjikan bagi Indonesia menuju kawasan Asia Timur dan Pasifik. Dengan stabilitas politik yang terjaga serta peta jalan pembangunan 2025–2029 yang jelas, provinsi ini memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat regional pengolahan perikanan, pariwisata berkelanjutan, hingga perdagangan internasional.

Joko menjelaskan, berbagai keunggulan tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang ditopang investasi. Kondisi tersebut sekaligus semakin memperkuat posisi Sulawesi Utara dalam koridor ekonomi Indonesia bagian timur.

Melalui Regional Investor Relations Unit (RIRU), Bank Indonesia turut mengambil peran dalam mendorong investasi sekaligus membangun kepercayaan investor. Sejumlah proyek yang telah melalui proses kurasi dan dinilai memiliki kesiapan yang jelas atau clean and clear ditawarkan kepada investor dari berbagai sektor prioritas.

Sektor tersebut antara lain perikanan, ekowisata, infrastruktur, energi terbarukan, serta usaha kecil dan menengah. Peluang investasi yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga diarahkan agar mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan kelestarian lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut, investasi diharapkan mampu menciptakan nilai bersama antara investor dan masyarakat lokal, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu, tetapi turut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang.

Di tengah peluang ekonomi tersebut, Sulawesi Utara juga memiliki kekayaan budaya dan potensi pariwisata yang menjadi nilai tambah tersendiri. Letak geografisnya yang berada di kawasan strategis menjadikan Sulut sebagai jembatan penting yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Asia-Pasifik.

Baca juga :  Nongkrong di Rivs Coffee, Auto Bikin Move On dari Mantan, Overjoyed Band dan Secangkir Kopi Istimewa Siap Buatmu Nyaman

Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu, termasuk Direktur RSUD Kotamobagu dr. Tanty Korompot, M.M.Kes, dalam forum tersebut menjadi bagian dari keterlibatan daerah dalam mengikuti perkembangan dan peluang strategis yang ditawarkan melalui agenda investasi Sulawesi Utara.

Forum NSIF 2026 diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi daerah.

Dengan sumber daya alam yang melimpah, tenaga kerja yang kompeten, konektivitas yang terus diperkuat, serta dukungan kebijakan yang semakin pro-investasi, Sulawesi Utara terus memantapkan langkahnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Melalui semangat “North Star of Eastern Indonesia”, Sulawesi Utara tidak sekadar menawarkan peluang investasi, tetapi juga membawa visi untuk membangun masa depan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi Kotamobagu, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan daerah melalui kolaborasi dan peluang investasi yang semakin luas.