Diprotes Warga, Proyek Geothermal Gunung Ungaran Tetap Berlanjut

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran, Jawa Tengah.

Kontras.co.id – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran, Jawa Tengah, masih terus berjalan meski mendapat penolakan dari sejumlah warga.

Hingga kini, proyek tersebut masih berada dalam tahap kajian dan persiapan dan belum memasuki fase konstruksi maupun pengeboran.

Pengembangan PLTP Gunung Ungaran diproyeksikan memiliki potensi kapasitas hingga 55 megawatt (MW). Wilayah eksplorasinya mencakup area sekitar 29.800 hektare yang berada di Kabupaten Semarang dan sebagian wilayah Kabupaten Kendal.

Rencana tersebut mendapat perhatian dari masyarakat karena adanya kekhawatiran terhadap dampak proyek terhadap lingkungan dan sumber mata air yang menjadi bagian penting bagi kehidupan warga.

Keberadaan kawasan wisata dan cagar budaya Candi Gedong Songo juga menjadi salah satu aspek yang dikhawatirkan terdampak.

Penolakan terhadap proyek bahkan diwujudkan melalui petisi yang telah ditandatangani ribuan orang. Warga meminta aspek lingkungan, keberlangsungan sumber air, kehidupan masyarakat, serta keberadaan kawasan bersejarah menjadi pertimbangan utama sebelum proyek dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan pengembangan panas bumi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Kajian tersebut meliputi faktor teknis, lingkungan, sosial, tata ruang hingga perlindungan kawasan cagar budaya.

Hingga saat ini, titik lokasi pengeboran PLTP Gunung Ungaran juga belum ditentukan. Penentuan lokasi masih menunggu hasil kajian dan proses yang harus dilalui sebelum proyek dapat masuk ke tahap lanjutan.

Dengan demikian, meski penolakan masyarakat terus bermunculan, rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran belum dihentikan.

Pemerintah masih menunggu hasil kajian serta proses perizinan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

 

Baca juga :  Budi Arie: Di Desa, Kopdes Jadi Satu-Satunya Distributor Resmi LPG dan Pupuk