Hari Ketiga IHT 2026, RSUD Kotamobagu Perkuat Kesiapan Fasilitas dan Tanggap Darurat

IHT 2026 hari ke-3 yang digelar RSUD Kota Kotamobagu.

Kontras.co.id – Komitmen meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien terus diperkuat RSUD Kota Kotamobagu melalui kegiatan In House Training (IHT) 2026. Memasuki hari ketiga, Rabu (21/10/2026), para peserta dibekali materi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), termasuk keterampilan menghadapi potensi kebakaran di lingkungan rumah sakit.

Bertempat di Aula RSUD Kotamobagu, kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama membahas manajemen fasilitas kesehatan, sedangkan sesi kedua difokuskan pada penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang menghadirkan tim profesional dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kotamobagu.

Materi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan civitas hospitalia terhadap kondisi darurat. Selain memastikan fasilitas rumah sakit dikelola dengan baik dan aman, pemahaman penggunaan APAR diharapkan dapat membantu petugas mengambil tindakan awal secara tepat ketika menghadapi potensi kebakaran.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti pemaparan materi dengan serius sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan dalam menjalankan tugas di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSUD Kotamobagu, dr. Tanty Korompot, M.M.Kes, menegaskan bahwa manajemen fasilitas dan keselamatan merupakan aspek penting yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan kesehatan.

“Rumah sakit bukan hanya dituntut memberikan pelayanan medis yang berkualitas, tetapi juga harus memastikan lingkungan dan fasilitasnya aman bagi pasien, keluarga pasien, maupun seluruh petugas. Karena itu, pemahaman tentang manajemen fasilitas dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan penggunaan APAR bersama tim Damkar Kota Kotamobagu menjadi kesempatan penting bagi peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai langkah awal menghadapi kebakaran.

“Saya berharap ilmu yang diperoleh melalui IHT ini tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Setiap petugas harus mengetahui perannya, memahami prosedur keselamatan, serta mampu bertindak secara cepat dan tepat sesuai standar ketika menghadapi situasi darurat,” tambahnya.

Baca juga :  Serapan PAD Kotamobagu Dievaluasi

Pelaksanaan IHT hari ketiga ini melanjutkan rangkaian pelatihan yang telah berlangsung sejak Senin (19/10/2026). Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Selanjutnya, pada hari kedua, Selasa (20/10/2026), materi yang diberikan meliputi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Penggunaan Obat (PKPO) serta Hak Pasien dan Keluarga (HPK), dengan menghadirkan para pemateri profesional.

Rangkaian materi tersebut mencerminkan upaya RSUD Kotamobagu dalam memperkuat berbagai aspek pelayanan, mulai dari pencegahan infeksi, keamanan penggunaan obat, pemenuhan hak pasien, hingga pengelolaan fasilitas dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

Melalui IHT 2026, RSUD Kotamobagu terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya mutu dan keselamatan di seluruh lingkungan rumah sakit.

Peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga pada terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman, nyaman, dan siap menghadapi berbagai risiko demi keselamatan pasien serta seluruh civitas hospitalia.***