Berita  

Jatim Kembali Kirim 64,4 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Target Tembus 100 Ton

Gunernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat mengunjungi wilayah terdampak bencana di NTT.

Kontras.co.id — Kepedulian masyarakat Jawa Timur terhadap warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diwujudkan melalui pengiriman bantuan kemanusiaan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama berbagai elemen masyarakat mengirim sebanyak 64,4 ton bantuan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Kamis pekan lalu.

Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan kapal Dharma Rucitra VII dengan tujuan Labuan Bajo. Berbagai kebutuhan masyarakat terdampak bencana turut dikirim, mulai dari obat-obatan, bahan makanan, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan kebersihan dan hygiene.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus wujud semangat persaudaraan dan gotong royong antardaerah.

Menurut Khofifah, solidaritas masyarakat Jawa Timur untuk membantu warga NTT diharapkan tidak berhenti pada pengiriman tahap ini. Pemprov Jatim bersama masyarakat akan terus menghimpun bantuan hingga jumlahnya dapat mencapai lebih dari 100 ton, menyesuaikan kebutuhan di lokasi terdampak.

“Insya Allah hari ini yang sudah terkumpul sekitar 64,4 ton. Target sampai 100 ton yang bisa kita support. Persaudaraan dan kegotongroyongan harus dibangun semaksimal mungkin,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Respons Jawa Timur terhadap bencana gempa di NTT, lanjut Khofifah, sebenarnya telah dimulai sejak 16 Agustus 2026. Pada tahap awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengerahkan tujuh personel untuk membantu proses evakuasi sekaligus penanganan awal di wilayah yang terdampak.

Dukungan kemudian diperluas sehari berikutnya. Pada pagi 17 Agustus 2026, setelah pelaksanaan apel renungan suci, Pemprov Jatim kembali mengirim bantuan sebanyak 8,4 ton menuju Ende.

Wilayah Ende menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup berat akibat bencana tersebut. Selain itu, kawasan tersebut memiliki keterhubungan dengan wilayah Labuan Bajo sehingga menjadi salah satu titik penting dalam distribusi bantuan kemanusiaan.

Baca juga :  Sugiono Sebut Dewan Perdamaian Dunia Tak Akan Gantikan PBB

Pada hari yang sama, Jawa Timur juga mengirimkan tenaga medis, paramedis, serta obat-obatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Tim kesehatan tersebut kemudian bergabung dengan fasilitas kesehatan yang telah tersedia di daerah setempat.

Pengiriman bantuan tahap terbaru tidak hanya berfokus pada kebutuhan pangan dan kebutuhan sehari-hari. Aspek kesehatan turut menjadi perhatian utama, terutama karena kondisi pascabencana dapat meningkatkan kebutuhan pelayanan medis.

Obat-obatan yang dikirim telah disesuaikan dengan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan. Identifikasi tersebut dilakukan oleh tim dokter dari Jawa Timur yang lebih dahulu berada di lokasi bencana dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat.

Khofifah mengatakan tambahan tim dokter juga telah disiapkan untuk diberangkatkan pada 22 Agustus 2026. Tim tersebut akan terus berkoordinasi dengan petugas yang telah berada di lokasi untuk memastikan kebutuhan medis masyarakat dapat terpenuhi.

“Dari mereka dilakukan identifikasi apa saja kebutuhan obat. Sekarang ini kita bawa obat-obat cukup banyak sesuai kebutuhan yang dimaksud,” ujarnya.

Untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan terkoordinasi, tim dokter Jawa Timur saat ini telah bergabung dengan rumah sakit darurat yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat penyaluran tenaga kesehatan, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan medis lainnya dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Khofifah menegaskan, solidaritas antardaerah menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi bencana. Bantuan dari Jawa Timur diharapkan dapat meringankan beban masyarakat NTT sekaligus memperkuat penanganan darurat di wilayah terdampak.

Pemprov Jatim pun terus mendorong partisipasi masyarakat dan berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama membantu. Target pengumpulan bantuan hingga lebih dari 100 ton menjadi bentuk komitmen Jawa Timur untuk terus hadir mendampingi masyarakat NTT dalam masa pemulihan pascagempa.

Baca juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis, Kini Jangkau Lebih dari 60 Juta Penerima Manfaat