Gelar In House Training, RSUD Kotamobagu Gembleng 675 Nakes: Direktur Tegaskan Pelayanan Pasien Tak Boleh Lalai

Kontras.co.id – Komitmen RSUD Kotamobagu dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan In House Training (IHT) Akreditasi Tahun 2026, sebuah kegiatan strategis yang melibatkan seluruh unsur pelayanan rumah sakit. Tidak sekadar menjadi agenda rutin, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus menyatukan persepsi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Kegiatan yang berlangsung mulai 2 hingga 13 Juni 2026 tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur RSUD Kotamobagu, dr. Tanty Korompot, pada Rabu (3/6/2026). Pembukaan dilaksanakan di Ruang PICU/NICU RSUD Kotamobagu dan dihadiri Kepala Bagian Administrasi Umum, drg. Harfika Boky, jajaran manajemen rumah sakit, panitia pelaksana dan peserta.

Suasana pembukaan berlangsung penuh semangat. Di hadapan ratusan peserta, Direktur RSUD Kotamobagu menegaskan bahwa pelaksanaan IHT bukan sekadar memenuhi persyaratan akreditasi, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita ingin memiliki persepsi yang sama dalam memberikan pelayanan yang baik dan prima kepada masyarakat. RSUD Kotamobagu merupakan rumah sakit rujukan regional tingkat IV di Sulawesi Utara, sehingga kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan,” ujar dr. Tanty dalam sambutannya.

In House Training kali ini menghadirkan sejumlah narasumber profesional dan berkompeten di bidangnya. Materi yang diberikan merupakan aspek-aspek fundamental dalam pelayanan rumah sakit, yakni Bantuan Hidup Dasar (BHD), Komunikasi Efektif (KE), Early Warning System (EWS), Triase, serta Manajemen Nyeri.

Kelima materi tersebut dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan medis. Melalui pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan mampu memahami dan menerapkan standar pelayanan sesuai ketentuan akreditasi rumah sakit.

Baca juga :  Wakili Gubernur Sulut, Pj Wali Kota Asripan Nani Tutup dengan Resmi MTQ XXX Tingkat Provinsi Sulawesi Utara

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 675 orang, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, serta seluruh staf dan pegawai RSUD Kotamobagu yang tergabung dalam Civitas Hospitalia rumah sakit tersebut.

Besarnya jumlah peserta menunjukkan keseriusan manajemen dalam mempersiapkan seluruh tenaga kesehatan dan pegawai menghadapi proses akreditasi sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat.

Komunikasi Efektif Jadi Sorotan Utama

Dalam arahannya, Direktur RSUD Kotamobagu memberikan perhatian khusus terhadap materi Komunikasi Efektif. Menurutnya, aspek komunikasi sering kali dianggap sederhana, namun memiliki dampak yang sangat besar terhadap kepuasan dan keselamatan pasien.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak menganggap remeh materi yang diberikan selama pelatihan. Sebab, kegagalan dalam menyampaikan informasi kepada pasien dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kesalahpahaman hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.

“Kita tentunya jangan menganggap remeh semua materi pada In House Training ini, khususnya komunikasi efektif. Dampaknya sangat besar terhadap pasien. Nantinya akan dijelaskan secara rinci oleh narasumber yang sudah ditetapkan oleh panitia dan manajemen rumah sakit,” tegasnya.

Menurut dr. Tanty, pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang tindakan medis semata, tetapi juga bagaimana tenaga kesehatan mampu memberikan informasi yang jelas, cepat, dan mudah dipahami oleh pasien maupun keluarga pasien.

Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Kotamobagu juga menyampaikan peringatan tegas kepada seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan terkait kewajiban memberikan informasi secara tepat waktu kepada pasien.

Ia mencontohkan proses penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium yang harus segera diinformasikan setelah hasil keluar. Menurutnya, pasien tidak boleh dibiarkan menunggu tanpa kepastian karena hal tersebut dapat memengaruhi kualitas pelayanan yang diterima.

“Kita berusaha untuk selalu tepat waktu. Contohnya soal hasil laboratorium. Harusnya disampaikan 30 menit sesudah hasilnya keluar. Jangan biarkan pasien menunggu. Ke depan akan diberikan sanksi jika tidak memberikan informasi tepat waktu kepada pasien,” tegas dr. Tanty.

Baca juga :  Pj. Wali Kota Asripan Nani Canangkan Gerakan Penanaman 10 Ribu Pohon Cabai ASN Pemkot Kotamobagu

Pernyataan tersebut menjadi pesan kuat bahwa budaya pelayanan prima harus diterapkan oleh seluruh pegawai tanpa terkecuali. Ketepatan informasi dinilai sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Selain menyoroti komunikasi, Direktur RSUD Kotamobagu juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan pemantauan kondisi pasien secara rutin, terutama bagi pasien dengan risiko tinggi seperti penderita penyakit jantung.

Menurutnya, keterlambatan dalam melakukan kontrol atau pemantauan dapat berdampak serius terhadap kondisi pasien, bahkan memengaruhi peluang keselamatan hidup mereka.

“Perlu diperhatikan untuk mengontrol pasien secara rutin, khususnya pasien jantung. Jika terjadi kesalahan penanganan, maka akan berdampak terhadap peluang hidup pasien,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya bergantung pada fasilitas dan teknologi, tetapi juga pada ketelitian, kepedulian, dan kedisiplinan tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya.

Pelaksanaan In House Training Akreditasi 2026 di RSUD Kotamobagu diharapkan mampu membangun budaya kerja yang lebih profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Melalui kegiatan ini, seluruh pegawai diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap standar pelayanan rumah sakit serta mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Direktur pun mewajibkan seluruh pegawai mengikuti pelatihan secara penuh dari awal hingga akhir sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Mengingat pentingnya kegiatan ini, maka setiap pegawai RSUD Kotamobagu wajib mengikuti kegiatan secara penuh dari awal sampai selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Di akhir sambutannya, dr. Tanty mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius, penuh dedikasi, dan semangat yang tidak pernah surut.

“Jangan sampai semangat kita kendor sampai kegiatan ini selesai. Ikuti dengan serius dan penuh dedikasi tinggi,” pesannya.

Baca juga :  Pendataan Keluarga Diperpanjang Hingga 21 Juni

Dengan pelaksanaan In House Training yang melibatkan ratusan tenaga kesehatan dan staf rumah sakit tersebut, RSUD Kotamobagu menunjukkan kesiapannya menghadapi Akreditasi Tahun 2026 sekaligus memperkuat komitmen sebagai rumah sakit rujukan regional yang terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya dan Sulawesi Utara.***