Pimpin PWI Kotamobagu, Konni Balamba Janjikan Pengurusan KTA Gratis, Harapan Baru bagi Masa Depan Wartawan

Ketua PWI Kotamobagu terpilih, Konni Balamba saat menerima pataka dari Ketua PWI Sulut, Sintya Nidya Christin Bojoh.

Kontras.co.id – Sebuah babak baru dalam perjalanan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Kotamobagu resmi dimulai. Harapan akan perubahan yang selama ini dinanti akhirnya menemukan jalannya setelah Konni Balamba ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua PWI Kota Kotamobagu periode 2026–2029 pada Konferensi Daerah (Konferda) IV, Jumat (27/6/2026).

Penetapan secara aklamasi bukan sekadar kemenangan dalam sebuah forum organisasi. Lebih dari itu, keputusan bulat seluruh peserta konferensi menjadi simbol lahirnya kepercayaan baru terhadap sosok yang diyakini mampu membawa PWI Kotamobagu menjadi organisasi yang lebih kuat, profesional, dan berpihak kepada kepentingan anggotanya.

Sejak awal penyampaian visi dan misi, Konni Balamba tampil dengan komitmen yang jelas. Ia menegaskan bahwa seluruh program yang dipaparkan bukan sekadar janji saat konferensi, melainkan komitmen yang akan diwujudkan secara sungguh-sungguh selama masa kepemimpinannya.

“Kepercayaan yang diberikan kepada saya adalah amanah besar. Saya berkomitmen menjalankan seluruh visi dan misi yang telah saya sampaikan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan PWI Kotamobagu dan kesejahteraan seluruh anggota,” tegas Konni.

Salah satu janji yang paling menyita perhatian sekaligus mendapat sambutan hangat dari peserta konferensi adalah komitmennya menggratiskan pengurusan Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI bagi anggota.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi insan pers di Kotamobagu. Pasalnya, selama masa kepemimpinan ketua-ketua sebelumnya, setiap anggota yang mengurus KTA diwajibkan membayar biaya sebesar Rp250.000. Bagi sebagian wartawan, biaya tersebut cukup membebani, terutama bagi mereka yang masih merintis karier di dunia jurnalistik.

Kini, melalui kepemimpinan baru, Konni ingin menghapus hambatan tersebut. Baginya, kepemilikan KTA merupakan hak setiap anggota yang harus dipermudah, bukan justru menjadi beban.

Tak berhenti di situ, Konni juga membawa kabar menggembirakan lainnya. Ia berjanji akan menghadirkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan biaya yang jauh lebih terjangkau sehingga tidak memberatkan anggota PWI Kotamobagu.

Baca juga :  Petugas Agama dan Guru Ngaji di Kotamobagu Segera Terima Insentif

Menurutnya, UKW merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan. Karena itu, setiap anggota harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti uji kompetensi tanpa terkendala persoalan biaya.

“Kami ingin seluruh anggota memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi. UKW harus menjadi sarana membangun kualitas wartawan, bukan sesuatu yang sulit dijangkau karena biaya yang mahal,” ujarnya.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi luas dari peserta konferensi. Berbagai program yang disampaikan dinilai realistis, menyentuh kebutuhan anggota, dan menunjukkan keberpihakan terhadap kesejahteraan insan pers.

Tak mengherankan bila seluruh peserta Konferda akhirnya sepakat memberikan hak pilih mereka kepada Konni Balamba. Dukungan penuh yang mengantarkannya terpilih secara aklamasi lahir dari keyakinan bahwa visi dan misi yang ditawarkan mampu diwujudkan selama masa kepemimpinannya.

Bagi banyak wartawan yang hadir, momentum ini bukan sekadar pergantian ketua organisasi. Lebih dari itu, Konferda IV menjadi titik awal lahirnya harapan baru agar PWI Kotamobagu semakin solid, profesional, mandiri, serta mampu menjadi rumah besar yang benar-benar melindungi dan memperjuangkan kepentingan seluruh anggotanya.

Kini, harapan itu berada di pundak Konni Balamba. Amanah telah diberikan, kepercayaan telah disematkan, dan seluruh mata anggota PWI Kotamobagu akan menanti realisasi dari setiap janji yang telah diucapkan. Bila seluruh komitmen tersebut benar-benar diwujudkan, bukan tidak mungkin PWI Kotamobagu akan memasuki era baru yang lebih maju, lebih kuat, dan semakin bermartabat.