Prabowo Temui Panglima Jilah, Aspirasi Masyarakat Dayak Jadi Perhatian

Presiden Prabowo Subianto saat menerima kunjungan Panglima Jilah, Dayak, Kalimantan.

Kontras.co.id — Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah, tokoh yang dikenal sebagai pemimpin besar masyarakat Dayak di Kalimantan, dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, lada Jumat, 28 Desember 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi penyampaian sejumlah aspirasi masyarakat Dayak. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan respons langsung terhadap berbagai kebutuhan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah persoalan infrastruktur dan konektivitas, khususnya pembangunan jalan di kawasan pedalaman Kalimantan. Pemerintah diarahkan untuk memperhatikan pembangunan jalan di wilayah Sanggau dan daerah sekitarnya.

Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan dapat membuka akses masyarakat pedalaman sekaligus memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi pembahasan penting. Presiden Prabowo disebut memberikan perhatian terhadap upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Dayak.

Pemerintah akan mendorong pembangunan Sekolah Rakyat serta memperluas pemberian beasiswa di sejumlah wilayah kota adat Dayak. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan akses pendidikan terbatas.

Perhatian Presiden juga mencakup aspek pelestarian budaya. Dalam pertemuan itu, Prabowo menginstruksikan pembangunan rumah adat Dayak.

Rumah adat tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki fungsi penting sebagai simbol identitas dan ruang untuk menjaga keberlangsungan tradisi serta kebudayaan masyarakat adat Dayak.

Bahas Pencegahan Karhutla

Isu lingkungan turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Presiden Prabowo dan Panglima Jilah membahas upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kalimantan.

Pencegahan karhutla dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh adat yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Baca juga :  Tiket Wonderful Ganesha Diesel 1st Anniversary Resmi Dibuka, Cek dan Daftar di Link ini Bro Sist!

Melalui para pemimpin dan tokoh adat, edukasi kepada masyarakat terus diperkuat agar praktik pembakaran lahan dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan kebakaran yang meluas.

Pertemuan Prabowo dengan Panglima Jilah tersebut sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap aspirasi masyarakat adat, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan, pelestarian budaya hingga perlindungan lingkungan.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Dayak di berbagai wilayah Kalimantan.