KESEHATAN, KONTRAS MEDIA – Setahun sejak kasus pertama virus corona, Covid-19 ditemukan di Indonesia, penularannya masih sulit dikendalikan. Ada beberapa titik lengah yang menjadi celah penularan.
Vaksinasi covid-19 yang tengah diupayakan adalah untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.
Akan tetapi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut langkah pertama untuk mencegah penularan SARS-Cov-2 bukanlah vaksinasi, melainkan 5M.
Ketua Dewan Pakar PB IDI Prof Dr dr Menaldi Rasmin, SpP(K) menyebut, vaksinasi adalah ‘langkah etis’ dalam penanganan pandemi covid-19.
Vaksinasi adalah cara paling etis untuk mendapatkan kekebalan masyarakat. Kalau cara nggak etis, biarin saja. Siapa yang tahan, tahan. Nggak tahan, ya nggak tahan,” ujarnya dalam jumpa pers virtual oleh Tim Mitigasi IDI, Senin kemarin.
Ia menyebutkan, bukan vaksin yang paling diperlukan untuk mengatasi pandemi. Jika tujuannya adalah herd immunity, hal tersebut baru tercapai jika vaksinasi sudah dilakukan ke 70 persen masyarakat Indonesia.
“Kok lama? Sebetulnya kalau orang sudah mulai dengan pencegahan dengan 5M, ketakutan seperti itu (vaksinasi lama) tidak perlu, karena vaksinasi adalah pencegahan tahap kedua,” imbuhnya.
Sebelum vaksinasi, langkah pertama yang diperlu diupayakan adalah 5M mencakup:
- Memakai masker
- Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir
- Menjaga jarak
- Menjauhi kerumunan
- Membatasi mobilitas dan interaksi.
Selain itu, Ketua Tim Mitigasi PB IDI dr Adib Khumaidi, SpOT memaparkan 9 titik lengah yang kerap menjadi ‘celah’ penyebaran corina di luar kesadaran masyarakat:
- Saat bersama keluarga karena anggota keluarga bisa menjadi sumber pajanan
- Ketika makan bersama sejawat di tempat kerja dan acara tertentu
- Saat melepas penat, mencopot masker tanpa menjaga jarak aman
- Rapat bersama teman sejawat karena tidak bisa menjamin orang lain benar-benar sehat
- Saat bekerja dalam tim, orang yang saling berhadapan belum tentu bebas dari pajanan
- Saat tidak menjaga jarak fisik
- Saat di rumah ibadah
- Saat dalam komunitas olahraga
- Saat menghadiri pesta atau hajatan