RSUD Kotamobagu Dampingi Korban Drag Race, Siapkan Tindakan Operasi ORIF

Kontras.co.id — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada penanganan medis, tetapi juga pendampingan kepada pasien dan keluarga yang kini dirawat di RSUP Prof. Kandou Manado.

Komitmen tersebut ditunjukkan tim RSUD Kotamobagu melalui pendekatan langsung kepada pasien korban tragedi kecelakaan pada event Drag Race di Kelurahan Upai beberapa waktu lalu. Pendekatan dilakukan sebagai bagian dari persiapan rencana tindakan pembedahan Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) sesuai indikasi medis pasien.

Dalam proses tersebut, tim RSUD Kotamobagu secara intensif membangun komunikasi dengan pasien maupun keluarga. Tim memberikan penjelasan mengenai kondisi pasien, rencana tindakan medis, hingga pentingnya pembedahan dalam menunjang proses penanganan dan pemulihan pasien.

Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pasien dan keluarga memperoleh informasi yang cukup sebelum menentukan pilihan terapi. Dengan komunikasi yang terbuka, pasien diharapkan dapat memahami kondisi yang dihadapi serta manfaat dan tujuan tindakan medis yang direkomendasikan.

Fasilitasi yang dilakukan RSUD Kotamobagu juga merupakan bentuk dukungan rumah sakit agar pasien dan keluarga tidak menghadapi proses pengobatan seorang diri. Tim medis dan pihak terkait berupaya memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari komunikasi, pemberian informasi, hingga membantu pasien dan keluarga memahami pilihan terapi yang tersedia.

Pihak RSUD Kotamobagu menegaskan bahwa setiap tindakan medis dilakukan berdasarkan kondisi dan indikasi medis pasien. Karena itu, komunikasi antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga menjadi bagian yang sangat penting dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Melalui proses tersebut, pasien dan keluarga diberikan ruang untuk memahami informasi secara memadai sebelum mengambil keputusan. Prinsip ini menjadi bagian dari upaya RSUD Kotamobagu dalam menghadirkan pelayanan yang mengedepankan keselamatan pasien, keterbukaan informasi, serta pendekatan yang humanis.

Baca juga :  Pengurusan Sertifikat Badan Hukum untuk BUMDes di Kotamobagu Masih Minim

Pendampingan terhadap korban kecelakaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelayanan di RSUD Kotamobagu tidak berhenti pada tindakan medis semata. Dukungan psikologis melalui komunikasi, edukasi, dan pendampingan keluarga juga menjadi bagian penting dalam membantu pasien menjalani proses pengobatan.

Rencana tindakan ORIF sendiri merupakan prosedur pembedahan yang bertujuan mengembalikan posisi tulang yang mengalami patah atau pergeseran, kemudian mempertahankannya menggunakan alat fiksasi internal sesuai kebutuhan medis. Pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta kondisi masing-masing pasien.

Dengan pendekatan yang dilakukan secara persuasif dan informatif, RSUD Kotamobagu berharap pasien maupun keluarga dapat mengambil keputusan secara sadar setelah memperoleh informasi yang memadai mengenai kondisi dan pilihan terapi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD Kotamobagu untuk terus memperkuat kualitas pelayanan, sekaligus memastikan pasien mendapatkan hak untuk memperoleh informasi dan pendampingan selama menjalani proses perawatan.

Bagi RSUD Kotamobagu, penanganan korban kecelakaan bukan sekadar menyelesaikan persoalan medis, tetapi juga memastikan pasien dan keluarga mendapatkan perhatian, pemahaman, serta dukungan yang dibutuhkan selama proses pemulihan.