KESEHATAN, KONTRAS MEDIA – Beragam informasi soal vaksin covid-19 kerap beredar di media sosial. Tak sedikit di antaranya adalah hoax, salah satu hoax yang sempat viral seperti vaksin Sinovac bisa memperbesar penis hingga 3 inci.
Kabar ini sebelumnya sekilas tampak terpercaya lantaran melampirkan ‘jurnal ilmiah’, sebuah kajian fiktif tentang salah satu vaksin rekombinan.
Dikutip dari Detikhealt, juru bicara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia membantah isu tersebut.
“Hoax lah. Mana ada jurnal ilmiah pakai bahasa seperti itu. Lagian vaksin kita kan bukan rekombinan,” katanya
Sementara itu, pakar urologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Agus Rizal A H Hamid, SpU menyebut tak mungkin vaksin covid-19 bisa memperpanjang ukuran penis.
Kata dia, upaya untuk memanjangkan penis yang banyak diinginkan kaum pria itu, hanya bisa dilakukan lewat jalur operasi.
Bahkan, dr Agus menegaskan belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan penis bisa diperpanjang sampai 3 inci.
Bagaimana faktanya?
dr Agus menjelaskan secara mekanisme kerja seharusnya tidak ada hubungan vaksin covid-19 dengan ukuran penis.
“Karena mekanisme kerja vaksin adalah bertujuan untuk meningkatkan daya tahan imunitas bukan untuk memperbesar salah satu organ apalagi organ reproduksi,” katanya.
“Memang ada beberapa upaya pengembangan teknik operasi dalam memperbaiki ukuran Mr P kan tetapi teknik-teknik operasi ini hanya untuk mengatasi adanya kelainan kelainan bawaan. Dan sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang bisa memperpanjang ukuran penis sampai sepanjang itu,” lanjutnya.
Sejauh ini, dari beberapa vaksin COVID-19 yang sudah melakukan uji coba, tidak ada yang terbukti bisa memperbesar ukuran penis. Baik vaksin Corona Pfizer, Moderna, AstraZeneca, hingga Novavax.