Kontras.co.id — Di rumah sakit, waktu adalah sesuatu yang berharga. Ada pasien yang menunggu, keluarga yang berharap, dan tenaga kesehatan yang harus bergerak cepat memastikan pelayanan tetap berjalan.
Di tengah dinamika itu, RSUD Kota Kotamobagu terus mencari cara agar pelayanan tidak hanya berjalan, tetapi juga semakin mudah, cepat, tepat, dan bersahabat. Upaya tersebut akhirnya mendapat pengakuan.

RSUD Kotamobagu menerima piagam penghargaan atas keberhasilannya meraih Juara 3 Innovative Government Award (IGA) Kota Kotamobagu ke-7 Tahun 2026, melalui inovasi MOINDOY (Monitoring Data dan Informasi Layanan RSUD Kotamobagu).
Piagam penghargaan yang ditandatangani Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M. tersebut diserahkan usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Alun-Alun Boki Hontinimbang Kotamobagu, Kamis, 1 Oktober 2026.

Bagi RSUD Kotamobagu, penghargaan itu bukan sekadar sebuah piagam yang kemudian dipajang di dinding.
Di baliknya terdapat proses panjang tentang bagaimana persoalan pelayanan dibaca, data dikumpulkan, lalu diterjemahkan menjadi sebuah inovasi.

Dalam penilaian IGA 2026, inovasi yang diusung Tim Inovasi MOINDOY RSUD Kotamobagu tersebut memperoleh nilai 92,67 dan menempati posisi ketiga kategori Perangkat Daerah.
Penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari presentasi, wawancara hingga kunjungan lapangan atau fact finding.
Sebelumnya, inovasi MOINDOY dipresentasikan langsung di hadapan tim juri. Presentasi tersebut dipimpin Kepala Bagian Administrasi Umum RSUD Kotamobagu, drg. Harfika Boky.
Tim juri kemudian turun langsung ke RSUD Kotamobagu untuk melihat penerapan inovasi tersebut di lapangan.
Nama MOINDOY sendiri memiliki makna yang dekat dengan cara kerja inovasi tersebut. Dalam bahasa Mongondow, “moindoy” berarti melihat.
Filosofi itu kemudian diterjemahkan menjadi sistem yang membantu rumah sakit melihat dan membaca data pelayanan secara lebih terukur.
Data tidak berhenti sebagai angka, tetapi menjadi dasar untuk mengetahui kondisi di lapangan, membaca kebutuhan dan menentukan langkah perbaikan.
Berdasarkan data periode Januari hingga Juni 2026, penerapan MOINDOY berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas penggunaan tempat tidur.
Bed Occupancy Rate (BOR) ruang non-intensif meningkat dari 71,35 persen menjadi 85,55 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana data dapat digunakan untuk membantu rumah sakit mengelola pelayanan secara lebih efektif.
Direktur RSUD Kotamobagu, dr. Tanty Korompot, M.M.Kes., melalui Humas RSUD Kotamobagu, Desak Putu Indrawati, SKM, M.Kes., mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus melakukan pembenahan.
“MOINDOY merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berinovasi. Ketika ada keluhan masyarakat, khususnya terkait antrean dan pelayanan, kami tidak tinggal diam. Kami berupaya mencari solusi melalui sistem dan pemanfaatan data agar pelayanan dapat semakin efektif,” ujarnya.












