Menu

Mode Gelap

Kotamobagu

DP3A Ungkap Jumlah dan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kotamobagu Sepanjang Tahun 2023, Cek di Sini!


2 Feb 2024 18:04 WITA·

DP3A Ungkap Jumlah dan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kotamobagu Sepanjang Tahun 2023, Cek di Sini! Perbesar

KONTRAS.CO.ID – Sebanyak 130 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaporkan terjadi di Kota Kotamobagu pada tahun 2023, menurut data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinas Kesejahteraan Sosial Kotamobagu.

Mayoritas dari kasus tersebut, yakni sebanyak 85 kasus, merupakan kasus kekerasan terhadap anak, dan tambahan 45 kasus terkait kekerasan terhadap perempuan, seperti diungkapkan Susilawaty Gilalom, Kepala UPTD PPA Kotamobagu.

Gilalom mengungkapkan, dalam kasus yang ditangani UPTD PPA, pelakunya mayoritas adalah orang-orang dekat korban, termasuk orang tua dan tetangga.

“Ada yang melibatkan orang tua, ada pula yang melibatkan tetangga—banyak di antara mereka adalah saudara dekat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tidak semua kasus diproses melalui jalur hukum. Beberapa kasus dimediasi melalui kesepakatan bersama dengan dihadiri pejabat pemerintah daerah atau pihak kepolisian.

“Ada kasus yang dimediasi melalui musyawarah keluarga oleh UPTD PPA, seperti perselisihan hak asuh anak, penelantaran anak, atau kekerasan psikis terhadap anak,” ujarnya.

Selain itu, kasus kekerasan fisik terkadang tidak dilanjutkan secara hukum karena adanya kesepakatan damai antara pihak-pihak yang terlibat.

“Ada kasus kekerasan fisik yang tidak dilakukan secara hukum karena sudah ada kesepakatan damai, biasanya atas permintaan kedua belah pihak, mengingat pelakunya adalah keluarga dekat atau tetangga,” jelasnya.

Gilalom menegaskan, kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak bisa dimediasi dan harus diproses secara hukum.

“Untuk kasus kekerasan seksual terhadap anak, terlepas dari hubungan kekerabatannya atau berpacaran, kasus tersebut diproses secara hukum,” tegasnya.

Namun, untuk kekerasan terhadap perempuan dewasa, dampaknya tidak terlalu ketat dan bergantung pada kesediaan korban.

“Soal kekerasan terhadap perempuan dewasa, tergantung individunya. Kalau korban tidak keberatan, tidak bisa dilakukan tindakan hukum,” tambahnya.

Baca Berita Lainnya :  Cuaca Ekstrim, DBD Intai Warga Kotamobagu, Dinkes Imbau Lakukan Hal ini

Lebih lanjut dikatakannya, pada tahun 2024, sudah ada sembilan kasus yang dilaporkan ke UPTD PPA, dan penanganan kasus tersebut akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Dalam keterangan terpisah, Salwa Mokodompit, Ketua Forum Anak Kota Kotamobagu, menyatakan tahun 2023 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kasus kekerasan terhadap anak.

“Setelah satu kasus selesai, muncul kasus lain. Kita berharap pada tahun 2024, jumlah kasus kekerasan terhadap anak akan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Mokodompit juga berjanji akan terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengatasi permasalahan terkait anak di Kotamobagu. Ia menekankan pentingnya mendidik orang tua dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga anak dari kekerasan.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

blank badge-check

Penulis Berita

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Pj Wali Kota Asripan Nani Lakukan Kunker ke Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

20 Juni 2024 - 15:51 WITA

blank

Cegah Produk Kadaluarsa, Ariono: Pentingnya Pemeriksaan Rutin Produk di Minimarket di Kotamobagu

20 Juni 2024 - 13:12 WITA

blank

Ini Cara Harapan Nasution Bikin Masyarakat Nyaman Saat Urus Dokumen Keimigrasian di Kanim Kotamobagu

19 Juni 2024 - 13:03 WITA

blank

Pj Wali Kota Asripan Nani Tinjau Penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 Hijriah di Kelurahan Motoboi Kecil

17 Juni 2024 - 15:23 WITA

blank

Pj Wali Kota Asripan Nani Salat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Makmur

17 Juni 2024 - 14:52 WITA

blank

Komunitas Pemuda Lapambo Matali Sumbang 2 Ekor Sapi Kurban ke PHBI: Inisiatif Mulia yang Menginspirasi di Idul Adha 1445 Hijriah

17 Juni 2024 - 11:53 WITA

blank
Trending di Kotamobagu