Menu

Mode Gelap

Bolaang Mongondow Raya

Bernilai Ekonomi Tinggi, Mami Ep Konsisten Produksi “Lapi-Lapi”


3 Feb 2021 16:22 WITA·

Bernilai Ekonomi Tinggi, Mami Ep Konsisten Produksi “Lapi-Lapi” Perbesar

KOTAMOBAGU, KONTRAS MEDIA– Sumarni Sechmat (64) warga Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, terus mempertahankan dan melestarikan budaya Mongondow lewat usaha Lapi-lapi’nya sejak tahun 1960-an.

Untuk usaha ini, Sumarni tak membatasinya. Ia tak hanya menerima permintaan per paket saja, tapi juga menerima pesanan terpisah.

“Bisa untuk dekorasi pelaminan saja, bisa juga untuk rias pengantin, tapi kalau paket juga lebih baik,” kata Rinto Mokoginta, menantu Mami Ep –sapaan akrab Sumarni Sechmat–.

Menurut Rinto, bertahannya usaha Lapi-lapi’ ini bisa menjadi angin segar, terutama bagi kalangan muda untuk dijadikan pintu masuk dalam mempelajari lebih jauh budaya orang Mongondow.

“Banyak masyarakat yang sudah tidak tahu terutama kaum muda, karena mulai mengalami pergeseran budaya dan beralih ke modern. Sudah jarang yang bergerak pada usaha serupa. Bahkan kaum muda sudah tidak bisa membuat Lapi-lapi’ itu sendiri,” ujar Rinto.

Padahal dengan mempelajari cara membuat Lapi-lapi’ akan ada efek dominonya. Peralihan budaya membuat Lapi-lapi’ menjadi mulai jarang ditemui, kelangkaan ini justru turut mempengaruhi harga.

Tak tanggung-tanggung, per meter Lapi-lapi’ ini dihargai Rp300 ribu dan dalam penggunaannya, paling sedikit untuk kebutuhan duka, harus dibutuhkan paling tidak 3 meter. Sehingga dari usaha ini, Mami Ep selain bisa terus melestarikan budaya, juga bisa meraup omset jutaan rupiah.

“Untuk pemesanan, tata rias, pelaminan, atau Lapi-lapi’ bisa menghubungi nomor telepon 085240751789,” singkat Rinto.

Lapi-lapi’ adalah ornamen penting dalam setiap perayaan Suku Mongondow, berbentuk kain panjang yang dijahit sedemikian rupa, dengan warna dasar hitam dan dipadupadankan dengan beberapa warna mencolok, seperti kuning emas, merah, dan hijau. Diatas permukaan ditambah dengan manik-manik, bersamaan pola yang telah dibentuk untuk direkatkan pada dasar kain.

Lapi-lapi’ ini sering ditemui pada dekorasi Puade atau pelaminan, dan atau tempat duduk pengantin. Selain itu bagi suku Mongondow, Lapi-lapi’ juga digunakan pada Tonggoluan atau tempat tidur mayat sebelum dikuburkan, tempat tidur ini biasanya ditutupi kain putih dan dihias sedemikian rupa, termasuk diberi Lapi-lapi’ pada setiap sudut pun lingkaran kain putih tersebut.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

blank badge-check

Penulis Berita

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Hadiri Halal Bi Halal di Desa Bilalang Satu, Pj. Wali Kota Asripan Nani Sampaikan ini

4 Mei 2024 - 17:32 WITA

blank

Pengawasan Proyek Strategis Kota Kotamobagu Tahun 2024: Langkah Penting untuk Transparansi Anggaran

3 Mei 2024 - 17:01 WITA

images

Sosialisasi Pengelolaan Sistem Air Limbah Domestik oleh Dinas PUPR Kotamobagu: Solusi Terpadu untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

3 Mei 2024 - 16:56 WITA

img 20240503 wa0046 750x430

Siapkan Tim Terbaikmu, Pendaftaran Wali Kota Cup Kotamobagu 2024 Segera Dibuka

2 Mei 2024 - 22:47 WITA

Wali Kota Cup Kotamobagu 2024

Hadiri Halal Bihalal Desa Bilalang Dua, Asisten I Pemkot Kotamobagu Sampaikan Pesan Pj. Wali Kota

2 Mei 2024 - 13:38 WITA

img 20240502 wa0023

Abu Vulkanik Gunung Ruang ‘Ancam’ Kesehatan Pernapasan, Fernando Imbau Pengunjung RSUD Kotamobagu Gunakan Masker

30 April 2024 - 15:38 WITA

images
Trending di Kotamobagu