Kontras.co.id – Di balik antrean pasien, tumpukan data pelayanan, hingga kebutuhan untuk bergerak lebih cepat, ada satu hal yang terus dikejar RSUD Kota Kotamobagu: bagaimana membuat pelayanan semakin mudah, cepat, tepat, dan bersahabat bagi masyarakat.
Upaya itu kini berbuah prestasi. RSUD Kotamobagu berhasil meraih Juara 3 Innovative Government Award (IGA) Kota Kotamobagu ke-7 Tahun 2026 melalui inovasi MOINDOY (Monitoring Data dan Informasi Layanan RSUD Kotamobagu).

Dalam penetapan pemenang, MOINDOY yang diusung Tim Inovasi Moindoy RSUD Kotamobagu memperoleh total nilai 92,67. Raihan tersebut menempatkan RSUD Kotamobagu di posisi ketiga kategori Perangkat Daerah, setelah melalui rangkaian penilaian yang mencakup presentasi, wawancara, hingga kunjungan lapangan atau fact finding.
Namun, bagi RSUD Kotamobagu, penghargaan tersebut bukan sekadar tentang posisi di papan peringkat. Lebih jauh, IGA menjadi bukti bahwa keluhan dan kebutuhan pasien tidak berhenti sebagai catatan, melainkan diterjemahkan menjadi dorongan untuk melakukan perubahan.
Sebelumnya, inovasi MOINDOY dipresentasikan langsung di hadapan tim juri. Presentasi tersebut dipimpin Kepala Bagian Administrasi Umum RSUD Kotamobagu, drg. Harfika Boky. Setelah itu, tim juri melakukan kunjungan lapangan ke RSUD Kotamobagu untuk melihat secara langsung penerapan inovasi tersebut.
Direktur RSUD Kotamobagu, dr. Tanty Korompot, M.M.Kes., melalui Humas RSUD Kotamobagu, Desak Putu Indrawati, SKM, M.Kes., mengatakan capaian ini menjadi motivasi bagi jajaran rumah sakit untuk terus melakukan pembenahan pelayanan.
“MOINDOY merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berinovasi. Ketika ada keluhan masyarakat, khususnya terkait antrean dan pelayanan, kami tidak tinggal diam. Kami berupaya mencari solusi melalui sistem dan pemanfaatan data agar pelayanan dapat semakin efektif,” ujarnya.
Filosofi MOINDOY sendiri berangkat dari makna “melihat” dalam bahasa Mongondow. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi sebuah sistem yang memungkinkan rumah sakit melihat, memantau, dan membaca data serta informasi layanan sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Artinya, data tidak hanya dikumpulkan sebagai angka. Data menjadi alat bagi rumah sakit untuk mengetahui apa yang terjadi di lapangan, membaca kebutuhan pelayanan, kemudian menentukan langkah perbaikan.
Berdasarkan data periode Januari hingga Juni 2026, penerapan MOINDOY berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas penggunaan tempat tidur. Bed Occupancy Rate (BOR) ruang non-intensif meningkat signifikan dari 71,35 persen menjadi 85,55 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa inovasi yang lahir dari kebutuhan pelayanan dapat memberikan dampak terhadap pengelolaan layanan rumah sakit.
Di titik inilah MOINDOY tidak sekadar menjadi sebuah aplikasi atau sistem monitoring. Ia menjadi bagian dari upaya RSUD Kotamobagu untuk menjawab persoalan yang dirasakan langsung oleh pasien.
Sebab, bagi rumah sakit, setiap antrean bukan hanya angka. Di baliknya ada pasien yang menunggu, keluarga yang berharap mendapatkan pelayanan, serta tenaga kesehatan yang harus memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.
Karena itu, ketika keluhan muncul, RSUD Kotamobagu memilih untuk tidak tinggal diam.
Melalui MOINDOY, rumah sakit berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih terukur dengan memanfaatkan data dan informasi. Tujuannya sederhana, tetapi penting: mewujudkan pelayanan RSUD Kota Kotamobagu yang lebih cepat, lebih tepat, dan BERSAHABAT.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami. Harapan kami, inovasi ini terus dikembangkan sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan semakin mendekatkan pelayanan RSUD Kotamobagu dengan kebutuhan pasien,” kata dr. Tanty.
Dengan Juara 3 IGA 2026, RSUD Kotamobagu kini memiliki satu bukti tambahan bahwa inovasi pelayanan bukan sekadar tentang menciptakan sesuatu yang baru.
Inovasi adalah keberanian untuk melihat persoalan, membaca data, mendengar keluhan, lalu bergerak mencari solusi. Dan melalui MOINDOY, RSUD Kotamobagu memilih untuk terus bergerak.












