
Kontras.co.id – Sebuah babak baru dalam dunia olahraga bela diri resmi dimulai di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Di tengah semangat pembinaan atlet daerah, cabang olahraga (cabor) Muaythai kini hadir dengan kepengurusan yang sah dan siap bergerak. Momentum bersejarah ini ditandai dengan penunjukan Brigitha Datunsolang., SE, sebagai Ketua Cabor Muaythai Boltim, dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa yang digelar di Gedung Graha Gubernur Sulawesi Utara, pada Senin, 4 Mei 2026.
Penunjukan Brigitha bukan sekadar pengisian struktur organisasi, melainkan sebuah langkah besar yang membawa harapan baru bagi perkembangan olahraga bela diri di Boltim. Sosok perempuan asal Modayag ini dipercaya untuk menahkodai cabor Muaythai, sebuah tanggung jawab yang tidak ringan, namun sarat peluang untuk mencetak atlet-atlet berprestasi di masa depan.
Kepercayaan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Sulawesi Utara, Gladis Mangundap. Penyerahan SK ini menjadi simbol resmi dimulainya perjalanan Muaythai di Boltim sebagai cabang olahraga yang terorganisir dan siap bersaing di tingkat regional hingga nasional.
Selain penetapan ketua, struktur kepengurusan juga telah terbentuk secara lengkap. Tirsa Manda dipercaya sebagai Sekretaris, sementara posisi Bendahara diemban oleh Chrisyanto Mamangkay. Susunan ini diharapkan mampu memperkuat roda organisasi dalam menjalankan program pembinaan dan pengembangan atlet Muaythai di Boltim.
Di balik sosoknya yang dikenal luas sebagai seniman dan vokalis grup band OverJoyed, Brigitha menyimpan dedikasi panjang di dunia bela diri. Dalam wawancara bersama Kontras.co.id, ia mengungkapkan bahwa perjalanannya di Muaythai bukanlah hal baru. Sejak tahun 2015 hingga 2018, ia telah menempuh pelatihan intensif di Jakarta, membentuk dasar kemampuan dan mentalitasnya sebagai seorang petarung.
“Muaythai bukan hanya soal fisik, tapi juga disiplin, mental, dan ketahanan diri. Ini yang ingin saya bawa dan tanamkan kepada generasi muda di Boltim,” ungkap Brigitha dengan penuh semangat.
Ia juga menegaskan kesiapan daerah dalam menghadapi agenda olahraga besar nasional. “Boltim siap menyambut PON Bela Diri 2026. Apalagi Sulawesi Utara mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pada ajang tersebut. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk mempersiapkan atlet sejak sekarang,” tegas Brigitha.
Menurutnya, momentum PON menjadi peluang emas untuk menunjukkan bahwa Boltim mampu berkontribusi dalam melahirkan atlet-atlet potensial yang bisa bersaing di level nasional bahkan internasional. Dengan persiapan yang matang, ia optimistis Muaythai Boltim dapat ikut ambil bagian dan mencuri perhatian.
Kini, meski telah kembali ke daerah, semangatnya tak pernah padam. Ia terus mengasah kemampuan di Sasana Bogani Camp Kotamobagu sejak 2022 hingga sekarang, memastikan dirinya tetap berada dalam performa terbaik sekaligus menjadi contoh nyata bagi para atlet muda yang akan dibinanya.
Kehadiran Muaythai sebagai cabang olahraga baru di Boltim diharapkan mampu menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan bakat mereka. Lebih dari itu, ini juga menjadi peluang besar bagi daerah untuk melahirkan atlet-atlet tangguh yang dapat mengharumkan nama Boltim di kancah yang lebih luas.
Dengan kepemimpinan Brigitha Datunsolang, serta dukungan struktur pengurus yang solid, Muaythai Boltim tidak hanya hadir sebagai olahraga, tetapi juga sebagai gerakan—gerakan untuk membangun karakter, disiplin, dan semangat juang generasi muda. Dari panggung musik ke arena laga, Brigitha membuktikan bahwa passion dan dedikasi mampu melampaui batas, membawa perubahan nyata bagi daerah yang dicintainya.*** (Reza)












