kontras.co.id – Sejumlah pekerja di ruas Jalan Pemalang-Bantarbolang, tampak sedang memperbaiki jalan, Kamis (28/8/2025). Di antara deru mesin alat berat yang bekerja, beberapa pengendara motor dan mobil berhenti sejenak. Mereka harus menanti beberapa saat, menunggu giliran lewat karena ada perbaikan jalan.
“Bagus banget, jalan yang rusak sudah diperbaiki. Semoga jalan jadi lancar dan tidak macet lagi,” kata warga Watukumpul, Pemalang, Budi, di balik kemudi mobilnya, ketika dimintai komentar terkait pekerjaan perbaikan jalan yang sedang dilakukan.
Menurutnya, sudah lama masyarakat Pemalang memimpikan jalan yang mulus dan aman dilalui. Ruas Pemalang–Bantarbolang termasuk jalur vital penghubung menuju Purbalingga, tetapi kondisinya kerap rusak. Aspal bergelombang, lubang menganga, hingga risiko kecelakaan.
Pemotor yang setiap hari bolak-balik Pemalang–Bantarbolang, Nurul Dwi Setia Ningsih, juga merasakan manfaatnya.
“Rusaknya parah banget, terutama di sisi kiri arah ke Pemalang. Perbaikan ini sangat membantu,” katanya.
Hal senada juga disampaikan pengendara motor asal Moga, Cemot. Dia mengingat betul betapa berbahayanya kondisi jalan itu.
“Sering lihat kecelakaan karena jalan bergelombang. Sekarang diperbaiki, jadi lebih aman,” ujarnya.
Bagi Budi, Cemot, Nurul, dan ribuan warga lain yang setiap hari melintas, jalan mulus bukan lagi sekadar janji pembangunan, melainkan harapan yang perlahan menjadi nyata.
“Kalau jalannya mulus, hidup juga terasa lebih enteng,” ungkap Cemot sambil tersenyum, menyalakan motornya begitu petugas memberi aba-aba jalan dibuka kembali.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang menjadikan ruas Jalan Pemalang-Bantarbolang sebagai salah satu prioritas perbaikan pada 2025. Total panjang jalan yang ditangani mencapai 5,2 kilometer (km), dengan 3,7 km diaspal ulang, dan 1,5 km dibangun dengan rigid beton selebar 7 meter.
Konsultan pengawas preservasi, Syaefudin, menyebutkan, kerusakan jalan itu bukan semata akibat usia jalan, melainkan juga beban lalu lintas kendaraan berat yang terus meningkat.
“Tanah di bawahnya sering ambles. Karena itu, pada titik tertentu dibangun rigid beton agar lebih kuat,” tuturnya di lokasi.
Ditambahkan, proyek yang sudah berjalan sebulan ini ditargetkan rampung pada Desember 2025. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk bersabar dan menghindari jalur ini pada jam sibuk.
“Kami ingin memastikan pekerjaan selesai tepat waktu, tapi juga mengurangi gangguan lalu lintas,” kata Syaefudin.
Diakui, bagi warga, perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi. Jalan Pemalang-Bantarbolang menjadi jalur penting untuk mobilitas barang dan jasa dari pesisir utara Jawa menuju wilayah tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat, hingga Agustus 2025, kondisi jalan mantap di seluruh wilayah sudah mencapai hampir 90 persen. Targetnya, menjelang akhir tahun, hampir seluruh jalur utama provinsi berada dalam kondisi baik.***