Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Survei Menyebut 41 Persen Masyarakat Tolak Divaksin Covid-19


22 Feb 2021 16:02 WITA·

Survei Menyebut 41 Persen Masyarakat Tolak Divaksin Covid-19 Perbesar

NASIONAL, KONTRAS MEDIA – Hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan bahwa ada sebesar 41 persen masyarakat menolak untuk divaksin Covid-19.

Alasan dari mereka yang tidak mau divaksin antara lain meragukan efek samping (54,2 persen), efektivitas vaksin (27 persen), merasa sehat walau tak divaksin (23,8 persen), tidak mau bayar vaksin (17,3 persen), meragukan kehalalan vaksin (10,4 persen), dan sudah banyak yang vaksin sehingga saya tidak perlu (5,9 persen).

Sebanyak 3,12 persen responden juga menganggap bahwa vaksinasi virus corona merupakan persekongkolan perusahan farmasi.

“Ini bisa menjadi masalah karena vaksinasi itu bicara kepentingan bersama, jadi pemerintah harus menjelaskan ini,” tegas Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi dikutip dari Zonautara.com.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay, meminta pemerintah tidak mengabaikan hasil survei tersebut. Menurutnya hal itu merupakan permasalahan serius, pemerintah diminta terus sosialisasi.

Saleh menilai, adanya sanksi dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres No, 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vakisnasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 tidak mendongkrak antusias masyarakat untuk vaksinasi.

“Saya tidak begitu yakin bahwa sanksi yang disebutkan dalam Perpres 14 yang baru itu akan meningkatkan partisipasi masyarakat. Menurut saya, partisipasi itu akan lebih meningkat jika sosialisasinya dilakukan secara serius di seluruh Indonesia,’ kata Saleh

Anggaran besar
Saleh mengatakan, masyarakat perlu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Sebab, kata dia, anggaran besar yang telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air tidak terbuang cuma-cuma.

“Terakhir menkes paparan di Komisi IX angkanya mencapai Rp 134 triliun sekian. Jadi angka itu untuk vaksinasi dan seluruh hal yang berkaitan dengan itu luar biasa besarnya. Jadi harus efektif,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi PAN DPR RI ini meminta pemerintah lebih serius untuk melakukan sosialisasi vaksinasi kepada masyarakat. Adanya hasil survei tersebut harus disikapi serius.

“Berarti yang kemarin-kemarin ini dikampanyekan oleh pemerintah itu belum masuk sepenuhnya. Belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat. Makanya, mereka tadi takut nggak mau divaksin. Sosialisasi penting sekali agar semua masyarakat ini paham,” tandasnya.

|ZONAUTARA.COM

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

blank badge-check

Penulis Berita

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Hamil Ideal Maksimal Usia 35: Penjelasan Medis yang Perlu Kamu Ketahui

29 Maret 2024 - 12:19 WITA

hamil ,hamil di usia tua, risiko hamil di atas 35 tahun ,kehamilan,ciri ciri orang hamil mengenal tanda tanda awal kehamilan

25 Tempat Wisata Favorit di Indonesia

19 Mei 2023 - 04:36 WITA

25 Tempat Wisata Favorit di Indonesia

Penyakit Gula: Apa itu Diabetes?

17 Desember 2022 - 08:24 WITA

Penyakit Gula: Apa itu Diabetes?

3 Alasan Telur Ayam Cocok Jadi Menu Diet

16 Juli 2022 - 17:38 WITA

3 Alasan Telur Ayam Cocok Jadi Menu Diet

Edit Foto di WhatsApp Sekarang Bisa, Begini Caranya

19 April 2022 - 11:19 WITA

Edit Foto di WhatsApp Sekarang Bisa, Begini Caranya

Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar? Berikut Doa dan Amalan Malam Lailatul Qadar

18 April 2022 - 21:52 WITA

Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar? Waktu, Doa dan Amalan Malam Lailatul Qadar
Trending di Khazanah