Jadi DPO,  Imron Rosadi Ditangkap Jaksa

0

Kontras.co.id- Sepandai-pandai tupat melompat pasti akan jatuh juga. Mungkin pepatah ini pantas disematkan kepada mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Bengkulu yakni Imron Rosadi (61). Dirinya berhasil dibekuk Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI, Jum’at (11/9/2020) di Jakarta.

Imron merupakan buronan Kejaksaan Tinggi Bengkulu sejak tujuh tahun silam. Pria kelahiran Muara Dua Provinsi Sumatera Barat ini sebelumnya divonis 4 Tahun penjara denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan.

Akibat perbuatannya terpidana telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.1.871.195.190,78 (satu milyar delapan ratus tujuh puluh satu juta seratus sembilan puluh lima ribu rupiah tujuh puluh delapan sen)

Hal ini berasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 379 K/Pid.Sus/2012 tanggal 14 Februari 2013, Drs.H. IMRON ROSADI, M.M merupakan terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi pekerjaan pembangunan 3 kantor kelurahan dan 9 kecamatan tahun anggaran 2006-2007.

Asisten intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Pramono Mulyo memebenarkan bahwa DPO Kejaksaan Tinggi Bengkulu atas nama Imron Rosadi telah berhasil ditangkap setelah buron selama tujuh tahun.

“..kebetulan pesawat ke Jakarta hari ini sudah habis, maka tim dari kejaksaan Tinggi Bengkulu akan berangkat besok ke Jakarta guna menjemput terdakwa,”ujarnya

Pramono Mulyo menambahkan, pihak kejaksaan akan terus memburu para pelaku yang sudah ditetapkan tersangka dan masih menjadi DPO.

“Kami masih ada dua lagi DPO yang belum tertangkap, keduanya sama dalam kasus tindak pidana korupsi,”tutupnya (Mahmud)

About Author

Leave A Reply