Empat Kali Mangkir Sidang, Jaksa Tahan Dirut PT BSM Nurul Awaliyah

0

Kontras.co.id– Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Bemgkulu akhirnya menahan Direktur PT Borneo Suktan Mining (BSM) Nurul Awaliyah setelah empat kali mangkir dalam persidangan.

Kajati Bengkulu, Andi Muhammad Taufik melalui Asintel Kejati Bengkulu,
Pramono Mulyo mengatakan penahanan tersebut berdasarkan pasal 20 ayat 2 dan 25 KUHAP bahwa Jaksa Penuntut Umum dapat melakukan penahanan kepada yang bersangkutan selama 20 hari kedepan.

Kata Pramono Mulyo, penahanan tersebut dilatarbelakangi pihaknya sudah melimpahkan perkara ke Pengadilan. Namun, sampai empat kali sidang bahwa yang bersangkutan tidak hadir atau mangkir. Lalu, berkas perkara dikembalikan ke JPU.

“Statusnya jadi tersangka lagi, karena kita ingin menuntaskan perkara ini maka Kejaksaan Negeri Bengkulu mengeluarkan surat permohonan pencarian terhadap yang bersangkutan kepada Kejati dan Kejati meneruskan ke Jamintel Kejagung. Kemudian dikeluarkanlah surat perintah kepada tim untuk mencari orang yang sudah dinyatakan DPO ini,”ujarnya

Setelah dilakukan pencarian, maka ditemukanlah yang bersangkutan dan langsung diserahkan kepada tim Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Selanjutnya oleh tim dibawa ke Bengkulu langsung dilakukan penahanan di Rutan perempuan Bengkulu.

“Saat dilakukan penangkapan, yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan dan koperatif,”sebutnya

Sementara, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu, Yohani Widayati saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima penitipan tahanan dari Kejaksaan Negeri Bengkulu atas nama Nurul Awaliyah Sabtu (20/6/2020).

“Sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, yang bersangkutan sudaha diperiksa dan dalam kondisi sehat ditempatkan diruangan isolasi,”sebutnya

Sekedar mengingatkan, tersangka sudah di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu agustus 2019 lalu. Dalam kasus ini adalah Dirut PT BMQ memberikan uang sebesar Rp 2 miliar kepada terdakwa Nurul Awaliyah beserta surat kuasa penagihan kepada pihak lain.

Namun ketika ditagih, uang itu diduga tidak pernah ada. Penagihan uang tersebut adalah salah satu dari bunyi perjanjian perdamaian di dalam putusan Mahkamah Agung terhadap PT BMQ. Atas kasus ini terdakwa terjerat pasal 372 dan atau 378 KUHP atas dugaan penipuan dan penggelapan sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Red)

About Author

Leave A Reply